Di zaman globalisasi yang serba moderen ini, tidak terlepas dari pengaruh-pengaruh negatif yang membuat banyak orang menjadi stress, gila, linglung, dan lain sebagainya. belum lagi jiwa-jiwa muda yang terpengaruh oleh linkungan yang kurang baik. NARKOBA dan MIRAS menjadi kesenaganya untuk menenagankan jiwa serta fikirannya yang kalut. siapapun orangnya miskin atau kaya, tua atau muda, pekerja atau pengangguran dan lain sebagainya semua di liputi oleh yang nama nya resah, gelisah, takut, was-was dll. Semua itu dikarenakan kurang nya ke Imanan dan ke Yakinan kepada Allah SWT.
Secara umum seluruh manusia 80 % mengalami gangguan kejiwaan / jiwa tidak tenang serta fikiran yang kalut dan bimbang. itu semua termasuk penyakit hati yang terkadang tidak di sadari oleh mereka kalau hatinya sedang sakit.
Dan jika di biarkan berlarut-larut tidak di sadari dan di obati maka akan timbul penyakit-penyakit lahiriah yang tidak terduga seperti

tress, tekanan darah tinggi, stroke, gila bahkan yang mati tekena serangan jantung mendadak. 70 % penyakit lahiriah berawal dari jiwa yang tidak tenang dan fikiran yang kalut serta bimbang, 30 % baru berhubungan dengan makanan dan minuman.
Kita sudah maklum dengan perubahan-perubahan yang terjadi di seluruh Dunia, seluruh Dunia di dalam ketegangan. kekacauan di sana - sini , anarki meraja rela, barang-barang serba mahal, huru-hara, kejahatan dan kriminal di mana-mana. wajar jika orang ketakutan, stress, gila, sinting, tidak tenang, yang berhujung penyakiy yang tidak terduga.
Apakah kita ingin menjadi salah seorang di antara orang-orang tersebut? Oleh karena itu sudah sepantasnya lah kita bekai diri kita dengan llmu yang di isi dengan ke Imanan dan ke Yakinan kepada Allah SWT agar jiwa kita menjadi tentram dan fikiran kita menjadi jernih. Semuanya kembali kepada kesadaran kita masing-masing. Sejujurnya hati nurani kita pasti mengiginkan ketenagan hidup, keamanan, keselamatan, kelapangan, dan ketentraman.
Bagaimana mungkin kita bisa menang melawan germelapnya dunia yang penuh dengan gelombang ketidak benaran dan ketidak jujuran kalau fikiran kita sendiri masih di dalam kekacauan. Untuk itu mari kita jadikan diri kita menjadi jiwa kokoh, kuat di dalam ketenagan jiwa dan berangsur-angsur fikiran kita menjdi jernih mengalir padanya pemikiran-pemikiran yang positif untuk membangun perubahan-perubahan menjadi baik dan terlebih baik. Menjadikan manusia yang berguna dan bermanfaat baik bagi diri sendiri, keluarga, orang lain, agama, nusa dan bangsa.
tulisan ini di ambil dari buku : RAHASIA SUKSES DI DALAM KETENAGAN JIWA / PENULIS : Achmad Yusuf