Kepada para pengunjung BTi yang masih belum mendaftarkan diri, boleh berbuat demikian di sini
Hanya 2 Klik --- klik link di atas, dan register. Tak perlu confirmation email etc.
Hangatkan Forum BTi dengan perkongsian-perkongsian menarik anda :)
Being back in Malaysia, i am frequently exposed to television and its contents(of course, watching a swithed-off TV will make people think you are crazy). Thus, i can't avoid my thoughts from wandering, as an effect of the Malaysian TV contents.
Federal Election is coming soon. As a neutral observer, i would be glad to share my opinions on certain issues. I am not eligible for voting since i am not registered yet.
Anyway few days back i watched the news, and the topic that came into my interest is about how young Party-Members are now being fronted to be Parliament Seat contestants. As one of the Parties leadership was quoted saying "This year we will line-up young contestants, but of course this young members are only those who understands the ideology of the party"
Hidayah merupakan suatu kurniaan dan nikmat
yang amat berharga dikurniakan Allah SWT kepada hamba-hamba yang
dikehendaki-Nya. Sebagai seorang mukmin dan muslim yang berusaha sedaya upaya
untuk meraih redha Allah SWT, saat hidayah Allah hadir menolak diri untuk
beramal, tidak dapat tidak ia merupakan suatu saat yang tersangat indah.
Bersyukur dan hargailah hidayah yang datang menyapa di celah-celah kehidupan
kita.
Semalam kita mampu berpuasa, bangun dan bersolat malam,
bersedekah dan cergas dengan aktiviti-aktiviti dakwah. Namun di suatu saat yang
lain kita terbaring dan termangu sambil iman meronta dan merayu kekuatan dari
Allah SWT untuk terus bangkit beramal.
Harapan kaum adam terhadapmu menggunung tinggi. Pastinya dari fitrah setiap adam yang waras, mereka menginginkan wanita-wanita yang mampu memimpin keluarga, yang mampu membentuk generasi agar zuriat yang lahir adalah yang terbaik. Mampu juga berganding bahu mentadbir alam ini kerana kita saling lengkap-melengkapi. Namun, kesediaan puteriku sekalian menjadi wanita yang mampu memimpin generasi amatlah bergantung kepada kesibukan kamu yang sebenarnya. Kiranya kalian tergolong yang sibuk dengan urusan puteri-puteri yang aku maksudkan tadi, maka jauhlah impian dari kenyataan.
Sesungguhnya kesibukan asasi seorang puteri yang ummat idamkan adalah seperti yang terpapar pada sirah ummat ini sendiri. Ummat ini mengharapkan kalian berusaha mencetak semula contoh generasi terdahulu ke dalam diri kalian, lantas ke dalam masyarakat.
Persoalan tsabat ini bukanlah sesuatu yang baru diperkatakan, lebih-lebih lagi bagi para daie. Saya rasa berpuluh, mungkin beratus buku telahpun menceritakan tentang isu tsabat. Maka ini jelas menunjukkan betapa besarnya isu tsabat, dan betapa kritikalnya isu ini sehingga ianya perlu diulang berkali-kali sebagai peringatan.
Seperti Uncle Tips, saya juga suka untuk berkongsi sedikit Tips, untuk tsabat dalam dakwah dan perjuangan kerana Allah s.w.t. Namun tips ini bukan dari saya sebenarnya (Saya tak sehebat Uncle Tips :D ), tetapi saya ambil dari buah fikiran seorang insan yang telahpun berpuluh-puluh tahun berjuang dalam dakwah ini, yang masih kekal dalam usaha mendidik manusia supaya menjadi seorang Muslim yang hakiki pada aspek jiwanya, tubuh badannya, dan tindak-tanduknya.Ini tidak dapat tidak, merupakan pati kepada usaha untuk menegakkan agama Allah s.w.t ini.
Aku ingin sekali bertanya kepada hati-hati kalian, apakah yang kalian inginkan sekarang? Apakah yang jiwa lembut kalian harapkan dari kehidupan ini? Setulus hati halus, puteriku, soalkanlah pada diri kalian, apakah yang benar-benar kamu citakan?
Sekarang aku menyeru pula, bayangkanlah apa yang kenalan kalian mahukan? Apakah yang tergambar dari bibit hidup mereka yang kamu kenali? Sesungguhnya apa yang aku lihat adalah sesuatu yang menyayat hatiku. Apa yang aku pandang dari sekejap waktuku terhadap golongan puteri islam jauh dari impian yang aku impikan. Aku memerhatikan mereka sibuk dengan majalah dan terbitan-terbitan yang demi Allah, jauh dari keluhuran fitrah manusia apatah lagi dari ketetapan Allah. Aku sedih melihat mereka yang merelakan diri mereka menghadapi penyeksaan jiwa dan jasad. Sekerap keluaran majalah-majalah itu, sekerap itu pulalah mereka menyeksa diri mereka untuk merubah jatidiri sehingga hilang erti keteguhan pendirian pada diri mereka. Akhirnya mereka terjelepuk dalam kebodohan diri sendiri, terperangkap dalam sarang kapitalis. Sungguh benarlah sabda Rasulullah s.a.w.
Sungguh kalian akan mengikuti sunnah (cara dan tradisi) orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta. Sampai-sampai, andaikata mereka masuk ke lubang biawak sekalipun kalian masih mengikuti mereka...