JA slide show
 

Hanya 2 Klik!

Kepada para pengunjung BTi yang masih belum mendaftarkan diri, boleh berbuat demikian di sini
Hanya 2 Klik --- klik link di atas, dan register. Tak perlu confirmation email etc.

Hangatkan Forum BTi dengan perkongsian-perkongsian menarik anda :) 

 
Home arrow Artikel dan Karya arrow Motivasi Islami arrow Dimana Allah dalam kekuatanmu?
Dimana Allah dalam kekuatanmu? PDF Print
 

By ibnhussin, on 03-03-2008 18:01

Views : 2308    

Favoured : 64

Published in : Artikel dan Karya, Motivasi Islami

from alkausar313Pernah suatu ketika, seorang sahabat mendekati saya tika jiwa berkecamuk dengan cabaran-cabaran yang mendatang. Tampak jelas saya seolah-olah tidak mampu untuk berdiri teguh merentas hari-hari yang sarat dengan isu dan masalah. Sahabat itu, dengan galak matanya dan senyuman manisnya menyapaku dengan tenang. Ketenangan yang sudah agak asing bagi diri aku. Tidak banyak yang dilontarkan dari bibir sahabat itu. Namun, kata-katanya masih terngiang-ngiang di telinga, terpasak di minda dan mengakar di sanubari ini.

Saya masih ingat persoalan yang dilemparkan olehnya. Persoalan yang diajukannya membuatkan saya terpaku tanpa kata.

Ia bertanya, apakah kekuatan yang mendorong kamu untuk beramal dan menyampaikan risalah Allah?

 

DI MANA ALLAH DALAM KEKUATAN KAMU?

 

Pernah suatu ketika, seorang sahabat mendekati saya tika jiwa berkecamuk dengan cabaran-cabaran yang mendatang. Tampak jelas saya seolah-olah tidak mampu untuk berdiri teguh merentas hari-hari yang sarat dengan isu dan masalah. Sahabat itu, dengan galak matanya dan senyuman manisnya menyapaku dengan tenang. Ketenangan yang sudah agak asing bagi diri aku. Tidak banyak yang dilontarkan dari bibir sahabat itu. Namun, kata-katanya masih terngiang-ngiang di telinga, terpasak di minda dan mengakar di sanubari ini.

 

Saya masih ingat persoalan yang dilemparkan olehnya. Persoalan yang diajukannya membuatkan saya terpaku tanpa kata.

 

Ia bertanya, apakah kekuatan yang mendorong kamu untuk beramal dan menyampaikan risalah Allah?

 

Saya tersentak.

 

What kind of question is this? Where is he going with the question? Is this a trick question?

 

All kinds of  queries raced through my mind, but I was still mum with no answer.

 

“Faham ke tak soalannya?” dia bertanya lagi sambil mengukir senyuman.

 

Saya mengangguk, meskipun hati masih belum 100% pasti dengan pemahaman sendiri. 

 

“Erm, rasanya, banyak juga punca-punca kekuatan saya. Saya sentiasa terdorong oleh sahabat-sahabat lain yang sama-sama beramal untuk Allah SWT. Ramai sahabat-sahabat yang sentiasa memberi teguran, peringatan dan mengajak meningkatkan amalan-amalan seharian. Kemudian, tarbiyyah yang saya lalui juga banyak membantu membina zatiyah dalam diri. Tarbiyyah itu memberi kesedaran yang besar tentang tanggungjawab sebenar seorang muslim.  Rasanya, fitrah manusia itu sendiri juga mainkan peranan. Kita sebagai manusia sememangnya diciptakan untuk memakmurkan bumi Allah berlandaskan hukum-hukum Allah, semestinya elemen fitrah juga menolak diri saya untuk melaksanakan tanggungjawab sebagai hambaNya.”

 

Itulah celoteh saya untuk meyakinkan sahabat itu.

 

Sekali lagi, dia tersenyum. Saya senyum kembali sambil memandang tepat ke matanya.

 

Dia pun bersuara, “Okay, so, you mentioned your friends, tarbiyyah and fitrah.” Saya mengangguk tanda setuju.

 

Dia menambah, “Di mana Allah dalam kekuatan kamu?”

 

Astaghfirullahalazim. Saya tertampar dengan persoalan itu. Tamparan itu masih terasa sehingga kini. Persoalan itu membuka mata dan minda saya yang masih cetek ketika itu.

 

Di mana Allah? Apa peranan Allah dalam kekuatan dan zatiyah diri saya? Mengapa saya tidak sebutkan Allah sebagai kekuatan saya, sedangkan Allah sepatutnya menjadi tunjang utama kekuatan seorang daie.

 

Sejujurnya, saya sungguh kecewa dengan diri sendiri. Saya sedar, akhlak manusia itu terpancar pada pertuturan dan perbuatannya yang paling spontan. I was disappointed with the fact that I did not spontaneously mention Allah as my core strength. I listed other factors like the constant reminders from my peers, the upbringing and knowledge gained through education and tarbiyyah, as well as the nature of humankind as Allah’s slave. But, I failed to mention Allah per se.

 

“Astaghfirullah. Ya Allah, ampunkanlah dosa hambamu ini, terimalah taubat aku seadanya.”   

 

Sahabat saya mendekati saya, lalu duduk sebelah-menyebelah. He wisely said,

 

“Selayaknya, Allah perlu menjadi sebab utama kita berada di sini. Allah perlu menjadi kekuatan utama kita dalam menghadapi hari-hari sebagai pembawa risalahNya. Memang tak dinafikan, kawan-kawan kita sangat banyak membantu kita, mereka banyak mengingatkan kita tentang tanggungjawab dan amalan yang perlu dibuat. Sahabat-sahabat kita juga yang selalu ada bersama kita dalam keadaan susah dan senang. Peranan mereka besar dalam memastikan kita terus tsabat dalam menjalankan amanah Allah. Namun begitu, hakikatnya semua datang dari Allah SWT.”

 

“Kita sering lupa hakikat di sebalik yang terlihat oleh mata kasar. Kita nampak sahabat-sahabat kita bersama kita. Kita nampak mereka ketawa dan menangis bersama. Makan, masak, riadah dan bersiar-siar bersama-sama. Tapi kadang-kadang kita terlepas pandang bahawa di sebalik itu semua, Allah yang merancang segalanya. Mungkin kalau kita duduk sendirian, muhasabah di waktu malam, kita tidak lupa bahawa Allah adalah perancang utama yang mengizinkan segalanya berlaku. However, in the spur of the moment, when we are around other people, having fun or feeling sad, we tend to forget that fact. We usually see and acknowledge things that we can physically visualize, failing to acknowledge the main superior in our lives, which is Allah.”

 

Saya masih lagi rasa malu dengan jawapanku tadi. Malu pada diri sendiri, malu pada sahabatku itu dan paling penting, malu pada Allah. Seorang daie hendaknya, meletakkan Allah di puncak segala-galanya. Apabila saya merenung kembali peristiwa ini, banyak pengajaran boleh saya perolehi.

 

In my opinion, it all relates back to the initial intention that we had when we first told ourselves, “we want to be a better muslim, we want to spread Islam, we want to be a daie.” Why? What was the reason behind all that wants? Is it truthfully and honestly because of Allah, or was there another agenda lurking beneath that beautiful action? If we truly did it because of Allah, with He’s will, we won’t forget Allah throughout the course of our life as a Muslim. However, if we had other intentions, don’t fret. We still have time to repent and renew our intentions. Allah is Most Merciful and surely He loves His slaves who are constantly trying to improve and become better Muslims.

 

Jika kita meletakkan kekuatan kita pada sahabat-sahabat kita, apa agaknya akan berlaku jika kita tidak lagi bersama-sama sahabat kita? Apakah kita masih akan bertahan dan menjalankan amal dakwah dan menyebarkan risalah agung ini? Apakah kita masih mampu mengekalkan amalan-amalan Islami yang saban hari kita lakukan?

 

Maka, kekuatan kita perlu diletakkan pada Allah S.W.T. Allah yang menentukan segalanya. Dia yang memberi hidayah dan taufiq pada kita dan sahabat-sahabat kita. Kehadiran kita pada saat ini berada di bawah kekuasaan Allah semata-mata. Siapa kita untuk berserah kepada yang lain dariNya?

 

InsyaAllah, jika kita terus-menerus meletakkan Allah sebagai kekuatan utama, tak kira di mana kita berada, berseorangan atau beramai-ramai, di Malaysia atau di luar negara, kaya atau miskin, susah atau senang, sihat atau sakit; kita akan sentiasa mengingati amanah dan tanggungjawab kita sebagai Muslim sebenar.

 

Thus, in this very moment, truthfully and honestly,

Di mana Allah dalam kekuatan kamu?

Recommend this article...

Last update : 03-03-2008 22:42

   
Quote this article in website
Favoured
Related articles

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (2 votes)

 

Display 10 of 11 comments

DIMANAKAH ALLAH DI DALAM HATIMU

By: Islam sufiwanita (Registered ) on 14-09-2008 14:33

sesungguhnya Allah meliputi seluruh sekalian alam , dan dirimu zahir batin. 
Di bumi terdapat tanda-tanda kebesaran AllahSWT mengapa kau tidak memperhatikannya.

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

bulls eye...

By: mdali (Registered ) on 07-07-2008 18:11

Tepat ke sasaran. Pedih hati memikirkan hakikat yang langsung tidak sangkutkan hati pada Allah dalam semua kerja... :cry

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

syukran

By: ainul wadia'h (Guest ) on 08-06-2008 12:59

Jzkk ats peringatan..Sama2 kita mengoreksi diri agr lebih baik dri hri2 yg telah berlalu..

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

simple words

By: CK (Guest ) on 11-05-2008 20:05

jazakallah.... 
a simple words does bring thousand meanings.... 
masya-Allah 
 
(at 3 am)

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

thanx...

By: dya (Guest ) on 05-05-2008 13:23

astagfirullah azim..thanx so much for the reminders.. :sigh  
my fellow frens..let's purify our intention and make our ultimate dependence & strength to & from Allah swt.

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

terima kasih

By: munirmuji (Guest ) on 31-03-2008 22:25

alhamdulillah, artikel ini menjadi aspirasi saya bila mana produktiviti hidup ini mengalami fasa penurunan...bukan sahaja dalam arena dakwah kite harus bangkitkan persoalan ini, namun dalam setiap aspek kehidupan kita acapkali 'mengetepikan' atau lupe 'meraikan' kuasa agung yang Maha Hebat tempat kita bergantung dan berserah ini.astaghfirullah.terima kasih sekali lagi atas ingatan da teguran secara tak langsung.jzkk :)

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

Dimana Allah dalam kekuatanmu?

By: aeisyah bakr (Guest ) on 28-03-2008 17:32

AStaghfirullahall'azim.. 
ana pun sering terlupa ALLAh lah yang mencipta kita semua..dan setiap kejadian.. 
 
Ana sering meltakkan 'makhluk' sebagai tempat pertama utk ana minta pertolongan..dan sebagainya.. 
 
tp lately ni, ana dah mula sedar dan meletakkan Allah dulu sebelum makhluknya, 
sabar disetiap permulaan ujian yang diberi hingga akhirnya..

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

em..

By: munair (Guest ) on 27-03-2008 15:52

alhamdulillah..sbnrnye nikmat islam dan iman tu yg mbuatkan kte rse brtggjwb tuk berdai'e...even skrg xrmi memilih jln tu...mge Allah tetapkn kte antra yg terpilih....

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

kuinsafi

By: ibn ismail (Registered ) on 06-03-2008 13:01

jazakallahu khair....ayuh kita betulkan niat. x salah kita nak bersumberkan kawan2, tarbiyyah etc....tp the ultimate sumber kekuatan adalah Allah swt jua...semua org tahu, tp kita sering lalai. dgn arikel sebegini, alhamdulillah boleh betulkan niat kita. insyaAllah, besar saham akhirat kelak~!

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

jazakaallah

By: al_mufikir (Registered ) on 04-03-2008 19:27

self redirecting to Allah' oneself should aim. Say no to others just say to Him I put my efforts.

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

Display 10 of 11 comments



Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
W3U         KLJ      
Y      7    B T   MXN
IKX   B6R   6 6      
4 I    Y    X T   DTY
I94         267      
   
   

More comments...



mXcomment 1.0.6 © 2007-2008 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >
Advertisement
Adakah Anda Meminati Sejarah?

User Login

Latest in Forum BTi
TopicsByCategoryDate
Re:Muhammad Ar RasyidmuadzmzBicara Buku18-11-08 09:38
rasa, merasa, perasaan...jom bincangsrikandIslamBicara Akhawat16-11-08 23:12
Re:tahu ayat, tetapi lupa rujukan?musafir_msfzLink Menarik14-11-08 04:12
Re:Muhammad Ar RasyidsenikehidupanBicara Buku30-10-08 06:20
Re:Muhammad Ar RasyidibnuyazidBicara Buku27-10-08 17:44

BTi Nasyid

Hamas Nasheed

BTi Polls

Adakah anda mempunyai blog sendiri?
 

BTi Statistics

Visits today: 71
Visits yesterday: 144
Visits month: 2973
Visits total: 43448
Max.daily visits: 385
  occurred: 2008-3-27
Max.monthly visits: 7073
  occurred: 2008-5
Pages total: 330399
Data since: 2008-02-12

BTi Visitors

Totals Top 10
 26 % Malaysia (11421)
 21 % Australia (8975)
 15 % United States (6755)
 4 % Brunei Darussalam (1897)
 4 % Egypt (1813)
 3 % Indonesia (1468)
 3 % United Kingdom (1196)
 2 % Korea, Republic of (909)
 < 1.0 % Germany (635)
 < 1.0 % Ireland (603)
43448 pelawat dari 141 negara

Buku-Buku Pilihan

BTi Members Online

No users online
Guests: 3

BTi Registered Members

447 registered
0 today
0 yesterday
8 this week
43 this month
Last: man offline

Artikel "Most Commented"

Dimana Allah dalam k
 komen oleh: "Islam sufiwanit" -- (11 comments)
Bersama Uncle Tips -
 komen oleh: "murtabakdaging" -- (8 comments)
Jangan Merajuk Wahai
 komen oleh: "Islam sufiwanit" -- (8 comments)
Tips Tsabat
 komen oleh: "ghuraba" -- (8 comments)
Tentang 'kita'
 komen oleh: "Islam sufiwanit" -- (7 comments)