|
Dengarlah...
Allah menciptakan untuk kita dua telinga, agar kita dapat
mendengar. Tanyakan pada diri anda sendiri...
Adakah aku seorang pendengar yang baik?
Lain orang lain karekteristik. Ada yang cenderung untuk
meluahkan segala apa yang terlintas di dalam benak fikiran. Ada pula yang lebih
cenderung melihat, merenung dan "menerima" berbanding meluahkan.
Bukan mudah untuk menjadi seorang pendengar yang baik,
apatah lagi efektif. Nyatanya, kemampuan ini amatlah penting dalam memperbaiki dan
menambah baik hubungan kita dengan manusia lain. Hidup bukan sekadar menerima,
tetapi perlu ada sesuatu yang harus diberi juga.
Dari Hakim bin Hizam r.a katanya:"Tangan yang di atas (tangan
yang memberi) lebih baik dari tangan yang di bawah (tangan yang menerima
atau meminta). Maka kerana itu mulakanlah memberi kepada keluargamu.
Sebaik-baik sedekah ialah ketika kaya. Sesiapa yang memohon dipelihara (agar ia
tidak sampai meminta-minta) Allah akan memeliharanya dan sesiapa yang memohon
dicukupkan (agar ia tidak bergantung selain kepada Allah) Allah akan
mencukupkannya." (Riwayat Al-Bukhari)
Untuk menjadi pendengar yang efektif, cuba hayati
petunjuk-petunjuk asas yang digariskan oleh Prof.
Dr. Taufik Yusuf al-Wa'iy:
- Dengarlah dengan positive
thinking, dan berusahalah belajar apa saja dari apa yang dikatakan lawan
bicara Anda.
- Semaklah apa yang Anda
dengar, memasang pendengaran yang lebih peka, sambut komentar pembicara, apakah
yang dikatakan itu rasional? Apakah ucapannya itu didukung oleh kredibiliti
peribadinya? Apakah kata-katanya bermakna? Cubalah bezakan antara informasi
yang Anda terima dan "Sebaiknya Anda ketahui" serta "Harus Anda ketahui"
- Tampakkan reaksi terhadap
apa yang Anda dengar. Ajukan pertanyaan dengan ringkas pada point-point yang
penting sahaja menurut Anda, lalu bandingkan dan gambarkan dengan standard yang
lebih baik
- Libatkan diri Anda dengan
pembicara, dengan gerakannya, ungkapan yang terlihat pada wajahnya,
persetujuannya dan cara bicaranya yang cepat. Jangan terlalu memperhatikan
kalimat tertentu yang melecehkan Anda, kemudian membalasnya dengan kalimah
pelecehan serupa.
Di sini juga ada tips untuk memperbaiki kemampuan mendengar
dari beliau:
Sebaiknya anda diam
Anda takkan mungkin berbicara dan menyemak pembicaraan orang lain dalam
satu waktu, kerana Allah Azza wa Jalla menciptakan untuk Anda dua pasang
telinga dan sebuah lidah agar Anda lebihnbanyak mendengar daripada berbicara
- Anda harus memahami bahawa
keberhasilan Anda terletak pada kemampuan Anda mendengar dengan baik
Tenteramkan diri Anda bahawa sesungguhnya Anda tidak menyemak pembicaraan
orang lain agar Anda tampak lembut pada pandangan mereka sahaja, tapi dengan
cara itu Anda akan memperoleh kekuatan, penghormatan, penghargaan dan cinta.
Dan, Anda akan memperoleh apa yang Anda inginkan, berupa informasi yang membuat
Anda lebih efektif dan sukses.
- Diamlah agar anda faham
Anggaplah bahawa apa yang Anda lakukan (mendengar dengan baik) hanya
menggunakan waktu dan tenaga yang kecil, namun akan menghasilkan manfaat besar
besar bagi Anda dalam bentuk pemahaman dan pengetahuan
- Rendah hati mengutarakan
apa yang ada pada diri Anda dan beri kesempatan kepada yang lain
Hanya Anda seorang yang beranggapan bahawa apa yang Anda katakan atau akan
Anda ucapkan lebih penting dari apa yang dikatakan oleh orang lain, dan itu
adalah persepsi yang salah
- Siapkan diri Anda untuk
mendengar
Fahamilah orang yang hendak berbicara dan tema yang akan ia bicarakan. Tentukan
tujuan yang ingin Anda capai melalui perhatian Anda ketika mendengar.
- Berusahalah agar Anda
dapat berkonsentrasi saat mendengar
Sebahagian besar orang mampu mengucapkan kurang lebih 120 kata dalam
seminit, sedangkan kemampuan mendengar kita mencapai 480 kata seminit, atau 4
kali kemampuan berbicara. Perbezaan ini membuat memori kita akan terpecah
apabila mendengar pembicaaraan orang lain. Maka, apabila kita mampu mencurahkan
perhatian kita terhadap seorang pembicara (untuk mentransfer 200 kata peminit,
setengah dari kemampuan mendengar) nescaya memori kita takkan ter pecah dan
terganggu untuk memahaminya, dan ini dapat kita capai melalui konsentrasi mata
kepada lawan bicara dan berusaha memikirkan apa yang ia katakan. Duduk atau
berdiri dengan posisi yang nyaman dan sekali-sekali mengajukan beberapa
pertanyaan sebagai bukti adanya respon positif.
- Perhatikan isyarat yang
berasal dari lawan bicara
Cubalah perhatikan dengan baik apa yang dikatakan lawan bicara Anda melalui
gerakan matanya, isyarat tangan, gerak tubuhnya, atau perubahan intonasi
suaranya.
- Tahanlah lidahmu
Jangan potong pembicaraan orang lain dan Anda dapat menyimpulkan sesuatu
tentangnya setelah ia selesai berbicara. Tampakkanlah bahawa apa yang ia katakan
itu benar (sebagaimana ia meyakini dan mempercayai kata-katanya). Apabila ia mulai
berbicara tanpa arah, segeralah hentikan pembicaraannya dan katakan sebab
interupsi Anda, lalu biarkan ia menyempurnakan pembicaraanya.
- Jangan sibukkan diri Anda
untuk membalas kata-katanya saat ia berbicara
Sikap Anda ini akan merosak konsentrasi memori, kerana Anda perlu beberapa
detik agar dapat berfikir untuk membalas ucapan sebelum melakukannya, sementara
orang lain akan menunggu Anda. Tidak ada salahnya bila diam sejenak agar ia menghabiskan
pembicaraannya, hingga tiba giliran anda.
- Hindarilah segala
sesuatu yang dapat mengganggu perhatian
Cubalah bersikap acuh atas keributan dan gangguan yang terjadi di
sekeliling Anda. Berusahalah agar mampu mengatasi segala sesuatu yang dapat menghilangkan
konsentrasi dan perhatian, samada berasal dari suasana sekeliling atau
bersumber dari pembicara itu sendiri.
- Katakan pada diri Anda bahawa
Anda harus mengetahui keperibadian lawan bicara
Sikap ini dapat membuat konsentrasi lebih kuat saat mendengar setiap
kalimat yang diucapkan oleh seseorang. Bila hal ini dapat dicapai, maka Anda
telah mendengar dengan baik
- Belajarlah untuk tidak
menghukum seseorang atau sebuah peristiwa kecuali telah memahaminya dengan
baik.
Ini akan memaksa anda untuk mendengar dengan saksama dan penuh perhatian,
agar dapat membangun dan membentuk gambaran tersendiri tentang peristiwa atau
orang tersebut, lalu menentukan sikap dan keputusan.
Cuba hayati setiap isi yang disenaraikan di atas, dan boleh
seterusnya kita praktikkan dalam kehidupan seharian kita insyaAllah. Bukankah
Rasulullah menasihatkan kita agar kita hanya bercakap perkara kebaikan atau
diam. Jika diam maka secara automatiknya kita akan mendengar.
Dengarlah dengan teliti...
dan bersabarlah
oleh: ibad
Rujukan: Al-Quduratu
Adz-Dziiniyatu wadz-Dzatiyatu lil Murabbi wad-Da'iyati (Kekuatan Sang
Murabbi, terbitan Al-I'tishom Cahaya Umat)
Karya: Prof. Dr. Taufik Yusuf Al-Wa'iy
Recommend this article... Last update : 01-05-2008 22:51
|
|
|
Dengar dan Faham
By: rough U deen (Guest ) on 18-07-2008 22:24
» Report this comment to administrator
» Reply to this comment...