|
Perjuangan
ini ibarat meredah ke muara. Perjalanan masih panjang. Kalau asyik berbicara
tentang sampan dan cara kayuhan dayung orang lain. aku akan hanyut. hakikat
perjuangan ini bukan siapa yang memiliki kapal, pendayung tercantik atau
nakhoda terhebat. Tapi perjuangan ini tentang membawa diri aku dan manusia yang
bersamaku sampai kepenghujung jalan dengan keyakinan yang sebenar-benarnya.
Biar
aku diam tetapi kapal terus bergerak lebih baik dari bising tetapi kapal
terumbang ambing mencari sasaran. Pelayaran ini bukan untuk manusia datang dan
pergi menginap diatasnya melihat hebat atau tidak nakhodanya, tetapi untuk
mereka yang berani melangkah ke atasnya, berdiri dan sama-sama mendayung ke
penghujungnya. Jalan masih panjang..
Akhirnya
ia tentang kita..
"dan tiap-tiap seorang manusia Kami
kalongkan bahagian nasibnya di lehernya, dan pada hari kiamat kelak Kami akan keluarkan
kepadanya Kitab (suratan amalnya) Yang akan didapatinya terbuka (untuk di
tatapnya). (lalu Kami perintahkan kepadanya): "Bacalah Kitab (suratan
amalmu), cukuplah Engkau sendiri pada hari ini menjadi penghitung terhadap
dirimu (tentang Segala Yang telah Engkau lakukan)". 17: 13-14
Akhirnya ia tentang aku..
"dan sesiapa Yang berjuang (menegakkan Islam) maka Sesungguhnya Dia hanyalah
berjuang untuk kebaikan dirinya sendiri; Sesungguhnya Allah Maha kaya (tidak
berhajatkan sesuatupun) daripada sekalian makhluk". 29:6
Pelayaran ini bukan terbina dengan
ukiran cantik bahteranya atau merdu siulan lagu temanya. Bukan juga dari
ramainya yang bersorak menyokongnya. Tetapi perjuangan ini terbina dari titis
peluh dan darah. Jua dari sumpah dan airmata pejuang sebelumnya.
Perjuangan ini bukan terbina dengan
slogan, persatuan, cerita atau apa-apa berita. Perjuangan ini terbina dari jiwa
yang berkorban di atasnya. Dari mereka yang sempit duit kerananya, gagal
periksa kerananya, sesak dada kerana, kering airmata menanggungnya. Bukan peluk
tubuh dan menjaja cela yang memenuhi lidah. Kami tidak pernah katakan kami yang
terbaik dan tinggalkan segala yang selain dari kami. Sebagaimana kami bersangka
baik dengan yang selainnya..sebegitu jugalah yang kami harapkan sebaliknya.
Perjuangan ini pernah teruji dengan
seorang manusia yang ingin memadamkannya. Perjuangan ini pernah teruji dengan
sekumpulan manusia yang ingin menutupnya. Perjuangan ini pernah diuji dengan
pihak berkuasa yang ingin menghancurkannya. Tetapi yang mampu kukatakan hanya
satu. Ia bukan milikku. Ia milik Yang Esa. Dan bila dia menyempurnakannya..maka
dia akan menyempurnakannya. Jika dia mentakdirkan kami hancur didalamnya. Maka
hancurlah kami. Tapi satu yang tidak akan berubah..perjuangan ini akan kekal
seadanya.
"jika kamu tidak berangkat (untuk
berperang pada jalan Allah), Allah akan menyeksa kamu Dengan azab seksa Yang
tidak terperi sakitnya dan ia akan menggantikan kamu Dengan kaum Yang lain, dan
kamu tidak akan dapat mendatangkan bahaya sedikitpun kepadaNya. dan (ingatlah)
Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu." 9:39
Gelombang datang dan pergi. Kadangkala
riak kadangkala badai yang singgah. Namun yang takkan berubah adalah pelayaran
ini dan jalan jauh menuju penghujungnya. Hari ini badai datang, kita sama-sama
berserah pada Al Khaliq, berusaha sedayanya dan terus mendayung. Suatu hari
nanti, bila badai ini reda, kita akan tersenyum dan merenung kembali, betapa
indahnya pertolongan Allah.
Berdirilah dihujung kapal ini.
Perhatikan setiap kederat tubuh yang mendayungnya. Mereka ini dulu seperti aku.
Terkapai-kapai berenang mencari nafas sambil menepis gelombang. Tetapi hari ini
mengerah kudrat menanggung sebuah pelayaran. Perhatikan setiap satu antara
mereka. Semuanya punya cerita. Setiapnya punya duka dan gembira. Airmata dan
tawa. Yang kita kongsi bersama.
Bagaimana cerita dan berita pun dari
luar sana. Kami tetap di sini. Kerana kami punya urusan yang lebih besar dari
sekadar bertukar cerita dan berita.
Dan hari ini, aku berdiri disisi kapal
ini. Ditanganku ada pendayung milikku. Di sekelilingku ada sahabat seperjuangan
yang sedang hebat mendayung. Di sini ada kapal yang telah menyelamatkanku...dan
disana ada jalan bergelombang yang menanti untuk diredah...dan yang pasti
dihadapan ada muara keredhaan yang menanti kami dan kapal-kapal yang lain.
Moga nanti, akhirnya kita ke syurga
bersama..
Demi Allah..
Biarpun aku hancur didalamnya..
Biarlah aku hancur dalam keadaan aku
menanggung risalah ini..
Recommend this article... Last update : 10-05-2008 22:50
|
Jaid Jiddan
By: Ulun Nuha (Guest ) on 12-05-2008 22:20
» Report this comment to administrator
» Reply to this comment...